Pendidikan Bagi Komunitas Adat Batin Sembilan

Sekapur Sirih


Sekolah Besamo merupakan sebuah pelayanan pendidikan tingkat dasar yang diperuntukkan bagi masyarakat lokal Batin Sembilan. Sekolah ini terbentuk atas inisiasi dan kerja sama antara PT. REKI dan Dinas Pendidikan Batang Hari.
Komunitas Batin Sembilan merupakan komunitas lokal yang mendiami Hutan Harapan yang terletak didesa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batang Hari, Propinsi Jambi. Secara garis besar Hutan harapan terhampar di dua propinsi yaitu Jambi dan Sumatera Selatan. Secara umum, Komunitas Batin Sembilan mendiami beberapa wilayah yang saling berjarak satu sama lain. Batin Sembilan terbagi atas kelompok-kelompok berdasarkan wilayah huninya. Di wilayah Jambi diantaranya; Kelompok Sei. Kelompang, Kelompok Tanding, Kelompok Gelinding, Kelompok Simpang Macan Luar dan kelompok Simpang Macan Dalam. Di Wiayah Sumatera Selatan diantaranya Kelompok Kapas dan kelompok Mad Liar. Diantara beberapa kelompok tersebut yang masih sangat primitif dan belum terjangkau pendidikan adalah kelompok Mad Liar.
Bertolak dari latar belakang keberagaman antar kelompok dan keunikan pada anak-anak di Bathin 9, Metode sekolah konvensional pada umumnya sangat sulit untuk diaplikasikan. Sehingga untuk saat ini, metode Penyelenggaraan Sekolah Bersamo mengadopsi sekolah konvensional dan dimodifikasi dengan disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan siswa. Sebagai legal formalnya, Sekolah Bersamo Berinduk pada SDN 49/I, Bungku.
Dalam kegiatan utamanya, sekolah bersamo melaksanakan kegiatan belajar mengajarnya dengan memanfaatkan fasilitas dan sumber daya yang ada di alam, atau lebih tepatnya adalah hutan. Hal ini dilakukan dalam kerangka menyesuaikan antara lingkungan dan keseharian anak-anak yang selalu bersentuhan langsung dengan hutan. Di sisi lain, ini dimaksudkan untuk menjaga kealamian anak-anak agar tetap hutani.
Secara teknis, kegiatan belajar kelompok Gelinding, Sungai Kelompang dan Simpang Macan Luar (saat ini anak-anak S. Macan banyak yang pindah ke SD ASIATIK) tergabung menjadi satu serta dilaksanakan pada pagi hari. Sedangkan untuk Kelompok Tanding belajar di kelompok yang terpisah pada sore hari. Kegiatan Belajar di kelompok Tanding dilakukan 3 kali seminggu.  Namun untuk saat ini kelompok Tanding sulit untuk diajak belajar, karna mereka pindah lebih jauh ke dalam wilayah konservasi PT.BSU.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Lulusan Fakultas Pendidikan Uiversitas Jambi. Mengabdikan diri untuk pendidikan bagi kaum Komunitas adat marginal dan terpencil.

Popular