Amat banyak cerita yang sudah aku dapatkan. Bersama mereka anak-anak yang haus akan ilmu, anak-anak yang “lapar” akan perhatian, anak-anak yang luar biasa. 19 Agustus 2015 perkenalan awalku dengan mereka, tatapan mata mereka penuh dengan kecurigaan memperhatikanku seorang lelaki kurus, berkumis, dan berjenggot tebal berdiri dihadapan mereka. Waktu itu di Sekolah mereka, Sekolah Bersamo Hutan Harapan, Simpang Macan. Senyum mereka senyum manis penuh balas dendam. Dendam akan rasa rindu mereka terhadap sosok seorang guru. Satu bulan lebih mereka ditinggalkan oleh guru mereka, dua guru sebelumnya berhenti mengajar dan satu guru pergi menghadap ilahi. Dan disini aku diberikan amanat untuk bisa melanjutkan perjuangan guru-guru sebelumnya.
Cukup sedih melihat keadaan mereka, baju seadanya dan terlihat sobek disana-sini. Sebagian dari mereka bersekolah tanpa beralaskan sandal atau sepatu. Namun disisi lain semangat mereka begitu tingi untuk belajar. Cukup kewalahan menghadapi tingkah laku mereka, ya mereka anak-anak yang super aktif. Memanjat ruang sekolah, menaiki meja belajar, berteriak- teriak bahkan berkelahi sudah menjadi “makanan” sehari-hari untuk aku. ‘Ini bukan budaya mereka, ini hanya kebiasaan mereka yang berangsur-angsur pasti bisa aku arahkan kearah yang lebih baik’. Mencoba menguatan diri waktu itu. Satu hal yang aku syukuri, kenyamanan langsung bisa aku dapatkan bersama mereka anak-anak yang luar biasa ini.
Penulis: Rio AF







0 komentar:
Posting Komentar