Pendidikan Bagi Komunitas Adat Batin Sembilan

Kelompok Tanding



Minggu berikutnya aku coba untuk masuk ke wilayah kelompok Tanding. Menurut cerita yang ada warga Tanding masih jauh dari budaya modern dan masih amat termarjinalkan. Rasa penasaran semakin kuat, akupun berangkat ke kelompok Tanding pukul 02.00 waktu itu. Tibanya disalah satu pondokan aku memperkenalkan diri pada orangtua bahwa aku adalah guru baru di PT REKI. Dingin tanggapan orangtua waktu itu, acuh dan tak peduli terhadap apa yang aku bicarakan. Akupun mengajak anaknya untuk mau bersekolah. Tapi jawaban ketus yang aku dapatkan dari sang ibu “tak usah ajak anak kami sekolah pak Guru, kami tak perlu sekolah”. Jawaban yang cukup mengagetkan dan membuat aku sedih sekaligus takut. Akhirnya aku putusan utuk pulang. Esok harinya aku putuskan untuk menemui orang yang dituakan disana. Aku pergi bersama Tina dia adalah pendamping masyarakat dari WARSI.
 Begitu campur aduk perasaan hati ini, melihat anak-anak yang sebagian besar tak berbaju, bahkan mereka cendrung malu untuk bertemu dengan orang asing seperti aku. ‘’Tantangan baru’’ pikirku waktu itu. Ahirnya setelah berdiskusi dengan orang tua disana mereka sangat setuju bila diadakan kembali sekolah yang sudah lama “tertidur”. Alhmdulillah,,,,akhirnya perjuangan ini tidak sia-sia.

Penulis: Rio AF

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Lulusan Fakultas Pendidikan Uiversitas Jambi. Mengabdikan diri untuk pendidikan bagi kaum Komunitas adat marginal dan terpencil.

Popular